Placeholder image
Home > Pembukaan Hibah TFCA Sumatera untuk Konservasi Gajah

Fakta Gajah

Gajah Sumatera (Elephas maximus) saat ini, terutama seluruh gajah Asia dan sub-spesiesnya, termasuk satwa terancam punah (critically endangered) dalam daftar merah spesies terancam punah yang keluarkan oleh Lembaga Konservasi Dunia –IUCN, termasuk Gajah Sumatera. (Sumber WWF Indonesia)

Pembukaan Hibah TFCA Sumatera untuk Konservasi Gajah

April 7, 2020 8:48 pm |

Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa, TFCA-Sumatera kembali membuka kesempatan kepada Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), maupun perguruan tinggi baik secara kolaboratif (konsorsium) maupun masing-masing lembaga untuk mengajukan proposal Penyelamatan Populasi Dan Pelestarian Satwa Liar Terancam Punah Sumatera. Siklus Hibah  ini ditujukan khusus untuk pendanaan konservasi gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) dimana proposal yang akan diajukan diharapkan mengacu pada  dokumen Rencana Tindakan Mendesak (RTM) Penyelamatan Populasi Satwa Gajah Sumatera.

Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) merupakan flagship species Indonesia yang keberadaannya sangat terancam bahaya kepunahan. Spesies ini sudah menjadi spesies yang dilindungi sejak zaman pemerintahan kolonial sampai saat ini. Gajah Sumatra dikategorikan sebagai spesies yang Critically Endangered, dalam IUCN Red List yang berarti sudah kritis terancam bahaya kepunahan.  Berdasarkan rilis data Kementerian LHK dan FKGI tahun 2019, populasi gajah Sumatra di habitat alaminya diperkirakan tinggal 924–1359 ekor yang tersebar di tujuh provinsi yang meliputi Aceh, Sumatra Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Lampung.

Sampai saat ini kematian gajah secara tidak alami masih tetap terjadi hingga mengancam keberlanjutan spesies ini di habitat liarnya.   Upaya untuk menghentikan kematian dan laju penurunan populasi mamalia besar ini telah banyak dilakukan baik oleh Pemerintah maupun dengan dukungan lembaga-lembaga non pemerintah. Namun ancaman terhadap kelestarian gajah masih tetap tinggi dan mengkhawatirkan.  Pemerintah telah mengeluarkan dokumen Rencana Tindakan Mendesak (RTM) Penyelamatan Populasi Satwa Gajah Sumatera 2019-2022 untuk menyelamatkan populasi gajah Sumatra dan habitatnya. Dokumen ini mengidentifikasi bahwa kematian gajah secara tidak alami menjadi ancaman terbesar bagi keberlangsungan populasi gajah saat  ini.

Ada empat (4) faktor yang merupakan isu utama yang menjadi penyebab kematian gajah tidak alami, yaitu perburuan; konflik gajah manusia dengan gajah; ancaman akibat jerat, sengat listrik, racun; dan populasi kritis/terisolasi.

Untuk mengatasi keempat isu utama tersebut tersebut, TFCA-Sumatera mengundang LSM, KSM maupun perguruan tinggi untuk dengan menyampaikan proposal pendanaan hibah (grant application) baik individual maupun bersama-sama (joint proposal/konsorsium) bagi penyelamatan gajah Sumatra di 6 provinsi prioritas, yaitu   Aceh, Riau, Jambi, Lampung, Sumatera Selatan dan Bengkulu.

Masa pengajuan proposal sampai pada 27 April 2020. Info selengkapnya terdapat pada link berikut :

http://tfcasumatera.org/undangan-pengajuan-proposal-pemulihan-populasi-gajah-sumatra/